~Thank you for your comments~

Paid for (Chapter 9)

Sunny sungguh-sungguh melupakan Yuri sampai Sunny membaca sebuah pesan darinya yang dikirim kemarin malam baru pas keesokan harinya.
“Apa kamu sudah bertemu dengannya?”
Sunny hanya membalasnya dengan. “Ya.”
Dia tidak mau berkata banyak karena dia tahu apa pun yang dikatakannya saat ini hanya akan melukai Yuri.
Sunny ingin sekali pergi berkencan dengan Sooyoung. Sebenarnya Sunny tahu percuma saja mengajak Sooyoung keluar mengingat kebutaan Sooyoung. Read the rest of this entry »

Only U (Chapter 6)

Keesokan harinya.
Seorang sipir penjara datang mengunjungi sel Jessica.
“Ada tamu,” katanya sambil membuka pintunya.
Mendengar itu Jessica langsung mengharapkan kehadiran orang itu. Bukan orang tuanya karena kemarin-kemarin sudah datang berkunjung. Kemudian Jessica dibawa menemuinya. Read the rest of this entry »

Paid for (Chapter 8)

Kamus :

Arigatou = terima kasih (cukup dibaca arigato)

Masaka = tidak mungkin (digunakan ketika terkejut)

Itetete = aw aw aw (sama dengan kata “itai” tapi diperpanjang, digunakan untuk menyerukan sakit)

A/N : Sengaja memasukkan sedikit kata bahasa Jepang dan Korea sedikit supaya reader tidak lupa dengan situasi dalam cerita :D

~enjoy~

Sunny berlari keluar dari cafe sambil menangis. Dia melewati orang-orang yang berlalu lalang. Mereka semua melihat saat Sunny melewati mereka sambil menghapus air matanya, tapi tidak ada yang menegurnya, karena Sunny berjalan cepat. Sunny sendiri bahkan tidak memikirkan suatu tujuan. Terus berjalan tanpa arah dengan perasaan berkecamuk.

Sampai Sunny merasa ada sesuatu yang kurang. Read the rest of this entry »

Only U (Chapter 5)

Ketika aku membuka mataku hari sudah terang. Sinar matahari bersinar melewati celah-celah tirai jendela. Kemudian aku langsung teringat sama kejadian semalam.

Kyaaaaaaa!

Memalukan sekali! Kenapa juga semalam aku terbawa oleh air matanya dan melakukan hal seperti itu?!

“Dengan begini, keperawananku sudah jadi milikmu, Hyunnie.”

Kepalaku menjadi panas ketika kalimatnya terbayang sekali lagi. Bahkan perasaan di tangan kananku masih terasa sangat jelas.

Kututupi wajahku dengan bantal walau tidak ada seorang pun yang melihat.

A-andwae…! Bukan berarti semalam aku mau berbuat begitu…! Read the rest of this entry »

Paid for (Chapter 7)

A/N : Aku buat Marina manggil Sooyoung “Suyon-chan” biar lebih manis, ahaha XD

Enjoy~


“Daijoubu desu ka?”

“Daijoubu desu.”

“Hontou ni?”

“Hontou ni hontou ni. Arigatou Suyon-chan, sudah menemaniku melalui saat-saat seperti ini. Jujur kalau tidak ada kamu aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan melewati keadaan ini.”

“Aku cuma berharap kamu tidak memaksakan diri.”

“Daripada itu, sekarang kan hari ulang tahunmu. Tentu saja aku harus senang di hari ulang tahunmu ini.” Marina tersenyum. Read the rest of this entry »

Paid for (Chapter 6)

Sooyoung POV

Aku tidak bisa membalas perasaan Sunny, makanya kupikir lebih baik jika aku menghilang dari hidupnya supaya lama-lama Sunny juga akan bisa melupakanku. Seperti yang biasanya kulakukan pada klien-klienku sebelumnya. Pada akhirnya, mereka benar-benar move on dan aku hanyalah salah satu dari sekian banyak lembaran masa lalu semua klienku. Read the rest of this entry »

Only U (Chapter 4)

A/N : Annyeong *bow :D

aku sendiri sebenarnya nggak ngerti kenapa ceritanya jadi begini #la??

tapi yah aku mau sekedar memberi peringatan juga (kurasa nggak perlu dikasih tau peringatan soal apa, silakan skip sendiri) :P

enjoy~

**

“Jangan bilang siapa-siapa ya.”

Berikutnya terdengar suara jepretan-jepretan dari smartphone yang dipegang Jessica.

“Selamat atas hilangnya keperawananmu, Hyunnie. Ups, lupa ini bukan di Amerika.”

“……………..”

“Kenapa? Jangan berwajah seperti itu dong. Lain kali aku akan menghadiahimu keperawananku, tapi tidak sekarang. Karena aku belum siap, hehe. Tapi jika saat itu tiba kuharap kamu akan mengenang momen itu selamanya.” Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 297 other followers