Bertujuan memuaskan gairah membaca ff Soshi

Srek
Duk
Bruk
Brak!
Barusan adalah suara urutan kejadian ketika pintu kamar dibuka. Sooyoung didorong masuk dengan kasar hingga terjatuh ke lantai. Dan pintu kamar ditutup dengan kasar.
Sooyoung tengkurap di lantai sambil mengerang kesakitan. Rasa sakit di punggungnya masih amat nyeri. Dia bahkan tidak bisa melihat di cermin atau paling tidak berpaling untuk melihat seberapa parah lukanya. Read the rest of this entry »

A/N : Pairing SooSun
Warning : may contain violence or suggestive language.

Untuk ganti suasana (sekaligus sebagai SooSunatic dan sementara aku belum minat lanjutin ff Itsumademo, karena belum ada konflik serius dan tergantung mood juga)

Judul terinspirasi dari drama, walau aku sendiri gak pernah nonton drama itu :P karena aku kurang suka nonton drama dengan setting jaman dulu.
Jadi jangan anggep bakal mirip sama drama itu karena aku sama sekali nggak tau jalan ceritanya. Tapi kalau ada yang mirip, maklumlah karena setting dalam ceritanya memang jadul.

Entah deh kalau nggak masuk akal nanti ceritanya, yang penting seru bikin dan baca ff nya #plak

enjoy~

Di jaman Joseon.

Siang itu tatkala matahari mulai condong ke arah barat. Kedua insan memandang langit biru yang cerah sambil menikmati angin sepoi-sepoi berembus menerpa wajah mereka. Keduanya tenggelam dalam keheningan yang panjang. Bersama-sama duduk di bawah pohon yang rindang. Hanya saling menikmati keberadaan satu sama lain. Read the rest of this entry »

Horror Party (Chapter 5)

“Kyaaaaaaa!”
Duk
Ini sudah kesekian kalinya Jessica menendang obyek menyeramkan yang berada di jalannya. Kali ini dia baru saja menendang sebuah perangkap mengerikan yang sudah karatan. Pada perangkap itu terdapat darah yang sudah mengering, membuat Yoona merinding ngeri tidak mau membayangkan lebih jauh apa yang pernah terjadi pada perangkap itu. Tapi teriakan Jessica yang setaraf dengan teriakan seekor lumba-lumba membuat telinga Yoona berdenging.

Read the rest of this entry »

Horror Party (Chapter 4)

Hyoyeon POV

Setelah aku menutup pintu kelas, aku menebarkan pandanganku sekeliling. Yang ada di depanku hanya sebuah lorong panjang dengan penerangan yang minim.
Kupertajam pendengaranku. Samar-samar aku memang bisa mendengar dolphin scream Jessica. Tapi apa itu cuma perasaanku saja? Read the rest of this entry »

A/N : Chapter akhir. Bakalan lebih tragis lagi, jadi kalau nggak kuat lebih baik jangan dibaca.
Enjoy~

“Yoona…”
Perlahan kelopak mata seorang pelayan itu terbuka. Yang menyambut paginya yang cerah adalah seorang gadis cantik ber-eye smile.
“Pagi^^”
Yoona langsung memeluk gadis itu kemudian membelai-belai rambutnya.
“Saranghaeyo, Tiffany…” bisiknya. Read the rest of this entry »

Horror Party (Chapter 3)

Sooyoung masih tetap mendekap tubuh Sunny. Melindungi gadis mungil itu dari seramnya gempa yang mengguncang bangunan itu.
Sunny yang ketakutan dari tadi terus membenamkan wajahnya di bahu Sooyoung. Kedua tangannya meremas punggung Sooyoung.
Diam-diam Hyoyeon yang melihatnya merasa sedikit iri. Dia memang tidak punya perasaan cinta terhadap Sooyoung ataupun Sunny, tapi dia juga menginginkan pelukan yang menenangkan seperti itu dari seseorang. Read the rest of this entry »

“………uh….”
Taeyeon mengerang lalu membuka matanya, mencoba melihat-lihat sekitar.
“Uh… ruangan ini gelap sekali. Aku hampir gak bisa melihat sama sekali…”
Seolah menjawab keinginannya, tiba-tiba lampu berkelap-kelip. Lalu ruangan menjadi terang. Memberi akses lebih luas pada situasi sekitar.
Taeyeon memegang kepalanya yang terasa pening akibat pencahayaan yang tiba-tiba menyapa matanya. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 218 other followers